Potensi Sumber Energi Listrik Di Bali Melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)

panel surya

Sumber Energi Listrik di Bali – Melalui Perpres No. 22/2017, Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia. Intinya dalam Peraturan Presiden tersebut pemerintah menargetkan bauran Energi Bersih Terbarukan (EBT) sebesar 23% pada tahun 2025 dan ditargetkan meningkat menjadi 31% pada tahun 2050.

Berkaca dari target tersebut, wilayah Bali diharapkan mampu mencapai bauran PLTS atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya sebesar 108MW tahun 2025. Target tersebut diprediksi dapat tercapai dalam waktu 5 tahun tetapi dengan syarat para pihak di Bali konsisten dan serius untuk menggunakan PLTS di atas atap. Ini karena potensi energi listrik di Bali jauh melampaui dari target yang dicanangkan.

Memiliki 8,2 MW Listrik Bersumber dari PLTS

Hingga saat ini sumber energi listrik di Bali mencapai 8,2 MW listrik yang bersumber dari PLTS. Adapun daya tersebut diperoleh dari sejumlah PLTS di seluruh kawasan Bali, baik yang dikelola pemerintah ataupun pihak swasta. Nah, kurang lebih 470 kWP diantaranya berasal dari sekitar 49 unit PLTS yang dipasang di atap.

READ  Dari Manakah Sumber Listrik Di Pulau Bali?
Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Bali sangat professional dalam mengelola sumber energi listrik, dalam hal ini PLTS. Ada beberapa PLTS yang tersebar di sejumlah lokasi seperti PLTS di Kayubihi Bangli, PLTS Kubu Karangasem, serta PLTS Nusa Penida Klungkung. Meskipun sebenarnya tidak mudah membangun PLTS tersebut karena memerlukan lahan terbuka relatif luas.

Misalnya di Bangli dan Karangasem, masing-masing dari PLTS di daerah tadi membutuhkan lahan seluas hingga 1,2 hektar dimana masing-masing mampu menghasilkan 1 Mwp. Untuk membuka lahan seluas tersebut bukan perkara mudah sebab Bali termasuk salah satu pulau kecil sehingga lahannya sangat terbatas. Belum lagi pengaruh wisata yang berdampak pada mahalnya harga tanah.

Gerakan Satu Juta Panel Surya Atap

Saat ini satu-satunya solusi pengembangan PLTS di Pulau Bali hanya memanfaatkan atap bangunan. Mengapa harus demikian? Sebab Bali merupakan pusat pariwisata dimana objek wisata tersebar hampir di seluruh Bali. Oleh karena itu dibanding menggunakan lahan terbuka, opsi atap bangunan jauh lebih efektif.

READ  Dari Manakah Sumber Listrik Di Pulau Bali?
panel surya di atas atap
Panel Surya di Atas Atap

Keuntungannya, menggunakan atap bangunan otomatis tidak memerlukan lahan terbuka karena semua terpasang di atap. Keuntungan yang kedua, energi listrik yang telah dihasilkan dapat digunakan di lokasi PLTS secara langsung. Hal ini tentu berbeda dari PLTU yang harus terkonsentrasi pada satu tempat. Keuntungan ketiga, lokasi PLTS tersebar mengikuti semua bangunan, atap gedung, dan atap rumah . Dari sisi kapasitas juga fleksibel, mengikuti luas atap yang tersedia.

Disini tidak hanya atap rumah pribadi yang dimanfaatkan untuk pengembangan PLTS, atap gedung pemerintahan, gedung pariwisata, lembaga pendidikan, desa adat, dan sarana akomodasi lainnya juga berpotensi untuk pengembangan PLTS yang merupakan sumber energi listrik di Bali terbarukan.

Penempatan PLTS melalui penggunaan atap saat ini difokuskan di wilayah Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan). Pilihan ini cukup masuk akal mengingat daerah Sarbagita merupakan kawasan sentral di Bali. Ini bisa dilihat dari pendapatan asli daerah yang mencapai 86% dari total pendapat asli daerah di Bali secara keseluruhan. 59 persen dari seluruh penduduk Bali juga tersebar di Sarbagita.

READ  Dari Manakah Sumber Listrik Di Pulau Bali?

Dari sektor pariwisata, Sarbagita memasok fasilitas utama pariwisata yaitu sebesar 65%. Nah, dari sektor energi, 61% pelanggan PLN juga merupakan penduduk Sarbagita. Jadi tidak salah jika pengembangan PLTS di Bali lebih difokuskan di Sarbagita.

Sumber energi listrik di Bali secara mandiri dapat terealisasi melalui pengembangan PLTS. Bahkan pada tahun 2025 mendatang sangat berpotensi mencapai target PLTS 108 MW. Namun untuk mewujudkan hal tersebut bukan soal mudah. Selain butuh keseriusan semua pihak, Pemerintah Daerah Bali harus berperan aktif dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait PLTS Atap serta hubungannya dengan perubahan iklim.

You May Also Like

About the Author: Storm